13 Desember 2008

Sebuah toko yang menjual suami baru saja dibuka di kota New York dimana wanita dapat memilih suami.

Di antara instruksi2 yang ada di pintu masuk terdapat instruksi yang menunjukkan bagaimana aturan main untuk masuk toko tersebut. "Kamu hanya dapat mengunjungi toko ini SATU KALI"

Toko tersebut terdiri dari 6 lantai dimana setiap lantai akan menunjukkan sebuah calon kelompok suami.

Semakin tinggi lantainya, semakin tinggi pula nilai lelaki tersebut. Bagaimanapun, ini adalah semacam jebakan. Kamu dapat memilih lelaki di lantai tertentu atau lebih memilih ke lantai berikutnya tetapi dengan syarat tidak bisa turun ke lantai sebelumnya kecuali untuk keluar dari toko...Lalu, seorang wanita pun pergi ke toko "suami" tersebut untuk mencari suami..

Di lantai 1 terdapat tulisan seperti ini :

Lantai 1 : Lelaki di lantai ini memiliki pekerjaan dan taat pada Tuhan

Wanita itu tersenyum, kemudian dia naik ke lantai selanjutnya.

Di lantai 2 terdapat tulisan seperti ini :

Lantai 2 : Lelaki di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan,dan senang anak kecil

Kembali wanita itu naik ke lantai selanjutnya.

Di lantai 3 terdapat tulisan seperti ini :

Lantai 3 : Lelaki di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan,senang anak kecil dan cakep banget.

'' Wow'', tetapi pikirannya masih penasaran dan terus naik.

Lalu sampailah wanita itu di lantai 4 dan terdapat tulisan Lantai 4 :

Lelaki di lantai ini yang memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, senang anak kecil, cakep banget dan suka membantu pekerjaan rumah.

''Ya ampun !'' Dia berseru, ''Aku hampir tak percaya''

Dan dia tetap melanjutkan ke lantai 5 dan terdapat tulisan seperti ini :

Lantai 5 : Lelaki di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, senang anak kecil,cakep banget,suka membantu pekerjaan rumah, dan memiliki rasa romantis.

Dia tergoda untuk berhenti tapi kemudian dia melangkah kembali ke lantai 6 dan terdapat tulisan seperti ini :

Lantai 6 : Anda adalah pengunjung yang ke 4.363.012.. Tidak ada lelaki di lantai ini.Lantai ini hanya semata-

mata bukti untuk wanita yang tidak pernah puas.

Terima kasih telah berbelanja di toko "Suami".

Hati-hati ketika keluar toko dan semoga hari yang indah buat anda.

"Kirimin email ini ke para lelaki buat lelucon dan ke para wanita yang bisa menerima kenyataan.."

12 Desember 2008

Cerita Tukang Bakso

Cerita Tukang Bakso

Nih cerita 2 tahun yang lewat sewaktu di kota Bagansiapiapi. Di suatu senja sepulang kantor, kebetulan ada bakso didepan kantor, kebetulan hujan rintik-rintik dan numpang berteduh sembari hujan reda. Dingin-dingin asyiknya makan yang hangat. Kebetulan kami bertiga nih,ku sama dua orang sahabat. Kami dengan sangat lahap menikmati bakso sekalian ngobrol-ngobrol masalah kerja dan juga ngomongin agama, maklum teman yang satu nih dipanggil ustadz. Selesai makan bakso, lalu saya membayarnya. Dan bertanya pinten mas (pakai bahasa Jawa)
Ada satu hal yang menggelitik pikiranku selama itu ketika saya membayarnya, si tukang bakso memisahkan uang yang diterimanya. Yang satu disimpan dilaci, yang satu ke dompet, yang lainnya ke kaleng bekas kue. Lalu aku bertanya atas rasa penasaranku.
"Mas kalo boleh tahu, kenapa uang - uang itu Mas pisahkan ? Barangkali ada tujuan ?"
"Iya dek, Saya sudah memisahkan uang ini selama jadi tukang bakso yang sudah berlangsung hampir 4 tahun. Tujuannya sederhana saja, Saya hanya ingin memisahkan mana yang menjadi hak Saya, mana yang menjadi hak Orang lain / tempat ibadah, dan mana yang menjadi hak cita - cita penyempurnaan iman ".
"Maksudnya.. .?",saya melanjutkan bertanya.
"Iya Dek, kan agama dan Tuhan menganjurkan kita agar bisa berbagi dengan sesama. Saya membagi 3, dengan pembagian sebagai berikut :
1.) Uang yang masuk ke dompet, artinya untuk memenuhi keperluan hidup sehari - hari Saya dan keluarga. 2.) Uang yang masuk ke laci, artinya untuk infaq/sedekah, atau untuk melaksanakan ibadah Qurban. Dan alhamdulillah selama 4 tahun menjadi
tukang bakso, Saya selalu ikut qurban seekor kambing, meskipun kambingnya yang ukuran sedang saja. 3.) Uang yang masuk ke kaleng kue, karena Saya ingin menyempurnakan agama yang Saya pegang yaitu Islam. Islam mewajibkan kepada umatnya yang mampu, untuk melaksanakan ibadah haji. Ibadah haji ini tentu butuh biaya yang besar. Maka Saya berdiskusi dengan istri dan istri menyetujui bahwa di setiap penghasilan harian hasil jualan bakso ini, Emang harus menyisihkan sebagian penghasilan sebagai tabungan haji. Dan insya Allah selama 4tahun menabung, dalam waktu dekat lagi Saya dan istri akan melaksanakan ibadah haji.
Hatiku sangat...sangat tersentuh mendengar jawaban itu. Sungguh sebuah jawaban sederhana yang sangat mulia. Bahkan mungkin kita yang memiliki nasib sedikit lebih baik dari si Mas tukang bakso tersebut, belum tentu memiliki pikiran dan rencana indah dalam hidup seperti itu. Dan seringkali berlindung di balik tidak mampu atau belum ada rejeki. Terus saya melanjutkan sedikit pertanyaan, sebagai berikut : "Iya memang bagus...,tapi kan ibadah haji itu hanya diwajibkan bagi yang mampu, termasuk memiliki kemampuan dalam biaya....".
Iya menjawab, " Itulah sebabnya Dek. Saya justru malu kalau bicara soal mampu atau tidak mampu ini. Karena definisi mampu bukan hak pak RT atau pak RW, bukan hak pak Camat ataupun MUI. Definisi "mampu" adalah sebuah definisi dimana kita diberi kebebasan untuk mendefinisikannya sendiri. Kalau kita mendefinisikan diri sendiri sebagai orang tidak mampu, maka mungkin selamanya kita akan menjadi manusia tidak mampu. Sebaliknya kalau
kita mendefinisikan diri sendiri, "mampu", maka insya Allah dengan segala kekuasaan dan kewenangannya Allah akan memberi kemampuan pada kita".
"Masya Allah..., sebuah jawaban elegan dari seorang tukang bakso". Semoga memberi hikmah terbaik bagi kehidupan kita. Amin....

1O KUALITAS PRIBADI

10 Kualitas Pribadi
<
1. Ketulusan
Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukaioleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargaikarena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada,pura-pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya “Yadiatas Ya dan Tidak diatas Tidak”. Tentu akan lebih ideal bila ketulusanyang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Denganbegitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.

2. Rendah Hati
Beda dgn rendah diri yg merupakan kelemahan, kerendahhatian justrumengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikaprendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orangyang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Iabisa membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang dibawahnya tidak merasa minder.

3. Kesetiaan
Kesetiaan sudah menjadi barang langka & sangat tinggi harganya. Orang ygsetia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji,punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.

4. Bersikap Positif
Orang yang bersikap positif selalu berusaha melihat segala sesuatu darikacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebihsuka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih sukabicara mengenai harapan drpd keputusasaan, lebih suka mencari solusidaripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dsb.

5. Keceriaan
Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidakharus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang yang ceriaadalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selaluberusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain,juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorongsemangat orang lain.

6. Bertanggung Jawab
Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengansungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketikamengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untukdisalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkansiapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawabatas apapun yang dialami dan dirasakannya.

7. Kepercayaan Diri
Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimanaadanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percayadiri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Diatahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.

8. Kebesaran Jiwa
Kebesaran jiwa dapat dilihat dr kemampuan seseorang memaafkan orang lain.Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa bencidan permusuhan. Ketika menghadapi masa-masa sukar dia tetap tegar, tidakmembiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.

9. Easy Going
Orang yang easy going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak sukamembesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkanmasalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak maukhawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress denganmasalah-masalah yang berada di luar kontrolnya.

10. Empaty
Empati adalah sifat yg sangat mengagumkan. Orang yg berempati bukan sajapendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi oranglain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagikedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri.Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain

Jodoh dan kedewasaan Kita

<

Jodoh adalah problema serius, terutama bagi para Muslimah. Kemana pun mereka melangkah, pertanyaan-pertanyaan “kreatif” tiada henti membayangi. Kapan aku menikah? Aku rindu seorang pendamping, namun siapa? Aku iri melihat wanita muda menggendong bayi, kapan giliranku dipanggil ibu? Aku jadi ragu, benarkah aku punya jodoh? Atau jangan-jangan Tuhan berlaku tidak adil?

Jodoh serasa ringan diucap, tapi rumit dalam realita. Kebanyakan orang ketika berbicara soal jodoh selalu bertolak dari sebuah gambaran ideal tentang kehidupan rumah tangga. Otomatis dia lalu berpikir serius tentang kriteria calon idaman. Nah, di sinilah segala sedu-sedan pembicaraan soal jodoh itu berawal. Pada mulanya, kriteria calon hanya menjadi ‘bagian masalah’, namun kemudian justru menjadi inti permasalahan itu sendiri.

Di sini orang berlomba mengajukan “standardisasi” calon: wajah rupawan, berpendidikan tinggi, wawasan luas, orang tua kaya, profesi mapan, latar belakang keluarga harmonis, dan tentu saja kualitas keshalihan.

Ketika ditanya, haruskah seideal itu? Jawabnya ringan. “Apa salahnya? Ikhtiar tidak apa, kan?” Memang, ada juga jawaban lain, “Saya tidak pernah menuntut. Yang penting bagi saya calon yang shalih saja.” Sayangnya, jawaban itu diucapkan ketika gurat-gurat keriput mulai menghiasi wajah. Dulu ketika masih fresh, sekadar senyum pun mahal.

Tidak ada satu pun dalih, bahwa peluang jodoh lebih cepat didapatkan oleh mereka yang memiliki sifat superior (serbaunggul). Memperhitungkan kriteria calon memang sesuai sunnah, namun kriteria tidak pernah menjadi penentu sulit atau mudahnya orang menikah. Pengalaman riil di lapangan kerap kali menjungkirbalikkan prasangka-prasangka kita selama ini.

Jodoh, jika direnungkan, sebenarnya lebih bergantung pada kedewasaan kita. Banyak orang merintih pilu, menghiba dalam doa, memohon kemurahan Allah, sekaligus menuntut keadilan-Nya. Namun prestasi terbaik mereka hanya sebatas menuntut, tidak tampak bukti kesungguhan untuk menjemput kehidupan rumah tangga.

Mereka bayangkan kehidupan rumah tangga itu indah, bahkan lebih indah dari film-film picisan ala bintang India, Sahrukh Khan. Mereka tidak memandang bahwa kehidupan keluarga adalah arena perjuangan, penuh liku dan ujian, dibutuhkan napas kesabaran panjang, kadang kegetiran mampir susul-menyusul. Mereka hanya siap menjadi raja atau ratu, tidak pernah menyiapkan diri untuk berletih-letih membina keluarga.

Kehidupan keluarga tidak berbeda dengan kehidupan individu, hanya dalam soal ujian dan beban jauh lebih berat. Jika seseorang masih single, lalu dibuai penyakit malas dan manja, kehidupan keluarga macam apa yang dia impikan?

Pendidikan, lingkungan, dan media membesarkan generasi muda kita menjadi manusia-manusia yang rapuh. Mereka sangat pakar dalam memahami sebuah gambar kehidupan yang ideal, namun lemah nyali ketika didesak untuk meraih keidealan itu dengan pengorbanan. Jika harus ideal, mereka menuntut orang lain yang menyediakannya. Adapun mereka cukup ongkang-ongkang kaki. Kesulitan itu pada akhirnya kita ciptakan sendiri, bukan dari siapa pun.

Bagaimana mungkin Allah akan memberi nikmat jodoh, jika kita tidak pernah siap untuk itu? “Tidaklah Allah membebani seseorang melainkan sekadar sesuai kesanggupannya. ” (QS Al Baqarah, 286). Di balik fenomena \”telat nikah\” sebenarnya ada bukti-bukti kasih sayang Allah SWT.

Ketika sifat kedewasaan telah menjadi jiwa, jodoh itu akan datang tanpa harus dirintihkan. Kala itu hati seseorang telah bulat utuh, siap menerima realita kehidupan rumah tangga, manis atau getirnya, dengan lapang dada.

Jangan pernah lagi bertanya, mana jodohku? Namun bertanyalah, sudah dewasakah aku?

Wallahu a’lam bisshawaab.

10 kesalahan jatuh cinta

Jatuh cinta memang berjuta rasanya. Biasanya orang yang sedang jatuh cinta memang cenderung “buta”. Tidak jarang orang yang sedang jatuh cinta melupakan hal-hal mendasar yang sebetulnya penting untuk diperhatikan.

Nah, berikut ini 10 uraian kesalahan yang kerap dilakukan ketika seseorang jatuh cinta :

1. Menciptakan hubungan asmara tanpa membangun persahabatan dengannya. Mungkin kita memang benar jatuh cinta secara mendalam padanya, tapi jangan lupa luangkan waktu sedikit banyak untuk mengetahui atau memperhatikan apa yang sesungguhnya ia inginkan atau ia perlukan. Sisihkan waktu untuk mempelajari kepribadiannya bukan hanya fisik semata.

2. Tidak jujur kepada diri sendiri. Seringkali orang yang sedang jatuh cinta memberikan batas toleransi yang berlebihan kepada pasangan. Mereka berpura-pura seolah-olah sikap pasangan bukan merupakan gangguan yang besar pada diri mereka atau mereka berharap agar masalah itu selesai seiring dengan berlalunya waktu

3. Tidak “memperhatikan” diri sendiri selama menjalin hubungan asmara. Banyak orang yang lupa “memperhatikan” dirinya sendiri selama menjalin hubungan asmara. Kebanyakan orang yang sedang dimabuk cinta ingin selalu berduaan dengan kekasihnya. Akibatnya orang-orang di sekitar mereka merasa diabaikan sehingga lambat laun tanpa mereka sadari teman-teman pun menjauh. Ini mempunyai akibat yang buruk di masa mendatang. kita akan dicap kuper dan bila kita sedang jenuh bersama sang kekasih, tidak ada seorang teman pun yang bersama dengan kita.

4. Menggantungkan kebahagiaan diri kita ke pasangan. Jika selama ini kita berpikir bahwa kebahagiaan kita bergantung pada pasangan, maka kita salah. kita boleh jatuh cinta pada siapa saja namun tidak berarti bahwa orang tersebut dapat membuat kita bahagia. Kebahagiaan diri kita bergantung pada kita sendiri dan jangan sesekali kita memusatkan seluruh hidup dan perhatian hanya pada satu orang saja karena jika demikian, berarti kita telah menutup wawasan dan kesempatan untuk menjadi lebih baik bagi diri kita sendiri.

5. Cinta membutuhkan waktu. Seringkali seseorang lupa akan point yang penting ini. Cinta selalu membutuhkan waktu, baik untuk mengenal maupun untuk bertumbuh. Terlalu cepat memulai suatu hubungan berakibat kurang baik karena mungkin kita belum mengenal dengan baik karakter pasangan, sebaliknya jika kita terlalu terburu-buru mengambil keputusan untuk meninggalkan pasangan hanya karena permasalahan sepele juga kurang bijaksana. Karena itu sebaiknya beri waktu yang cukup bagi diri sendiri untuk mengenal pasangan.

6. Terlalu fokus pada sex. kita harus menyadari bahwa tidak ada seorang pun yang senang menjadi objek sex. Jangan jadikan sex sebagai prioritas suatu hubungan, sebaliknya jadikan sex hanya sebagai pemanis dalam hubungan berdua ( dengan catatan sex hanya bole di lakukan bagi mereka yg udah terikat oleh pernikahan) . Fokuskan perhatian kita dalam membangun jalinan asmara yang solid bersamanya. Buatlah rencana yang jelas untuk masa mendatang.

7. Berkencan tanpa tujuan yang jelas. Kencan memang merupakan aktivitas yang seru dan menyenangkan, namun jika kita tidak mempunyai tujuan yang jelas dan tidak tahu apa yang kita cari atau kita inginkan maka cepat atau lambat hal ini akan membuat diri kita menjadi lelah baik secara fisik maupun mental. Jadi lebih baik tentukan dahulu apa yang kita cari dari suatu hubungan asmara dan apa yang kita inginkan dari calon pasangan.

8. Berprinsip bahwa sex dapat menyelesaikan semua masalah. Tinggalkan prinsip seperti ini. Walaupun kita bersedia menyerahkan diri kita seutuhnya kepada pasangan, tidak menjamin bahwa pasangan akan setia atau tidak akan meninggalkan kita. Segera ubah pola pikir kita. Jangan biarkan diri kita dibodohi dengan iming-iming jika kita bersedia melakukan hubungan sex maka pasangan akan semakin mencintai kita. Itu justru membuktikan bahwa pasangan tidak mencintai kita dan hanya menginginkan kesenangan semata.

9. Memprioritaskan kecantikan fisik. Ini juga merupakan salah satu hal yang kerap terjadi. Umumnya kecantikan fisik menduduki skala prioritas utama dari pada kecantikan batin. Padahal kecantikan batin jauh lebih bermanfaat dan tahan lama.

10. Kembali melakukan kesalahan yang sama. Pernahkah kita mengintrospeksi diri mengenai kegagalan asmara kita di masa lalu? Sebelum memulai hubungan yang baru, ada baiknya kita mengintrospeksi diri dan melihat kembali dimana kesalahan kita. Dengan mengetahui letak kesalahan, kita dapat belajar untuk tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama .

CARA DAN SAAT TEPAT MINTA TOLONG

CARA DAN SAAT TEPAT MINTA TOLONG


Sepanjang hidupnya, manusia pasti perlu tolong-menolong. Sayang, tak semua orang memahami etikanya.


Tolong-menolong bukan lagi perkara sederhana. Kalau tidak percaya, cobalah saksikan reality show yang ditayangkan salah satu stasiun tv yang menggambarkan betapa tidak mudahnya untuk minta tolong dan memberi pertolongan. Tak sedikit yang berprinsip, “Lihat dulu siapa yang minta tolong”. Kalau oke, barulah merasa perlu mengulurkan tangan.Apakah kemudian tindakan menolong dan meminta tolong berarti merepotkan satu sama lain? “Belum tentu. Mengapa? Jika tolong-menolong dilakukan secara ikhlas dan penuh pertimbangan, sampai batas tertentu tetap tertoleransikan dan ini tidak bisa dibilang merepotkan,” tukas Ratih A. Ibrahim, Psi., dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (LPT-UI).

HANYA HAL PENTING DAN MENDESAK

Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh orang-orang yang akan meminta pertolongan:

* Kita perlu tahu diri saat meminta tolong. Maksudnya, kita tahu sampai sejauh mana kapasitas orang yang dimintai tolong selain kesanggupan dan kerelaan untuk membantu.

* Perhatikan situasi dan kondisi orang yang akan kita mintai pertolongan. Perhatikan baik-baik, apakah orang tersebut sedang kerepotan atau tidak.

* Carilah waktu yang pas. Maksudnya, orang yang kita mintai tolong tidak sedang sibuk, terburu-buru, tekun bekerja, tegang atau malah sakit. Selain itu, sesuaikan juga waktunya, tidak terlalu pagi atau terlalu malam, maupun tidak di luar batas-batas waktu yang “sopan” kecuali jika memang betul-betul sangat penting dan mendesak.

* Pertimbangkan pula apakah bantuan tersebut benar-benar dibutuhkan atau masalah tersebut sebenarnya masih bisa dikerjakan/diselesaikan sendiri, atau malah mungkin masih bisa ditunda. Mengapa? Soalnya, jika masih bisa ditangani sendiri, bukankah sebaiknya diupayakan sendiri lebih dulu semaksimal mungkin tanpa harus melibatkan orang lain.

* Jelaskan alasan mengapa harus minta tolong, seberapa penting permintaan tersebut dan seberapa mendesak sifatnya.

* Biasakanlah untuk meminta pertolongan hanya pada saat mendesak dan untuk sesuatu yang memang sangat penting.

* Jangan memaksa. Ingat satu hal, kita hanya bisa meminta, dan mereka (siapa pun yang dimintai tolong) berhak menolak. Jangan menjadi sedih atau justru marah ketika orang tersebut tak bersedia menolong kita, dengan atau tanpa alasan.

* Saat menghadapi penolakan, bersikaplah dewasa dan berbesar hati. Tak perlu memusuhi orang yang tidak bersedia menolong tadi. Untuk menghindari hal semacam ini, ada baiknya miliki alternatif beberapa orang yang bisa dimintai tolong.

KATAKAN APA ADANYA

Ratih menegaskan bahwa siapa pun pada dasarnya berhak untuk menolak saat dimintai tolong. Lalu bagaimana cara menolak permintaan tolong tersebut tanpa menyakiti pihak yang minta tolong? “Be realistic and assertive,” tegas Ratih. “Itulah cara terbaik. Kalaupun harus menolak, lakukan secara anggun. Kalau merasa tidak sanggup melakukannya, katakan terus terang, dengan penuh hormat, perhatian dan kerendahan hati, bahwa kita memang tidak sanggup, bukannya tidak mau.”

Yang tidak kalah penting, saran Ratih, dare to say no alias beranilah mengatakan “tidak” terhadap permintaan yang dianggap melanggar nilai-nilai moral, hukum, etika, dan pandangan hidup serta membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Disamping itu, lakukan secara asertif, santun dan elegan. Adalah hak asasi bagi setiap orang untuk menolak tanpa ada yang berhak untuk menggugat penolakan tersebut. Caranya? “Katakan tidak secara langsung, namun tetap dengan lembut dan santun.”

Begitu juga mengenai sejauh mana satu sama lain bisa saling bantu dan sampai sebatas mana bantuan tersebut sudah mungkin dapat diberikan lagi. “Sebaiknya dijelaskan terus terang dari awal. Mungkin saja akan muncul konflik sebagai akibat dari penolakan tersebut. Apa pun yang terjadi, tetaplah bersikap realistis karena seorang individu tidak mungkin bisa menyenangkan semua orang dan tidak semua orang bisa membantu.” Selain itu, selalu

lihat seberapa urgent dan pentingnya masalah yang disodorkan. Seberapa jauh bantuan bisa diberikan, tetaplah tentukan prioritas utama dalam membantu. “Jangan sampai kebaikan hati dan maksud baik kita untuk menolong itu justru menjadi bumerang bagi diri sendiri. Berikan bantuan sebatas kemampuan dan lakukan sepenuh hati dan penuh kerelaan,” saran Ratih pula.

KEKERABATAN DAN UTANG BUDI

Ikatan kekerabatan dan utang budi diakui banyak orang menjadi faktor penyulit bagi kita untuk berkata “tidak” saat dimintai tolong. Lalu bagaimana menyikapinya? “Yang terpenting saat menolong orang lain adalah kerelaan dan kebesaran hati. Jadi, bukan semata-mata menanam budi untuk kemudian ditagih di masa depan.”

Dengan demikian, seperti apa pun bentuk ikatan kekerabatan yang terjalin dan sedalam apa pun yang bersangkutan berutang budi, ia tetap berhak menolak permintaan tolong. “Please, gunakan akal sehat. Jangan sampai alasan utang budi dijadikan sarana untuk mengintimidasi dan memaksakan kehendak,” ujar Ratih mengingatkan.

Kalaupun merasa ada kewajiban untuk membalas budi, lakukan secara betul alias jangan bersikap konyol. Pikirkan baik-baik, setarakah bantuan yang diminta dan utang budi yang harus dibayar/dibalas? Pikirkan baik-baik, apakah memang wajib membalasnya saat ini juga? “Kemudian dengarkan apa kata hati nurani karena nurani tidak pernah salah dan bohong,” sarannya.

Jadi, jika setelah dipikir baik-baik dan direnungkan dalam-dalam, jawabannya adalah “tidak”, tetaplah berani untuk berkata, “Maaf, saya tidak bisa membantu.”

ALASAN KENAPA ORANG TELAT NIKAH

Ada beberapa sebab seseorang telat nikah, Buat merenungi, kenapa telat nikah.

SELERA TINGGI
Selera tinggi yang dimaksud bukan dalam makanan, tapi dalam memilih jodoh. Pinginnya yang sempurna segalanya. Tak ada kekurangan sedikitpun. Agamanya bagus [tentu..!!], cakep, kaya raya, keturunan baik-baik,tinggi badan 170 cm, rambut berombak, cerdas, pinter masak dan jahit, sabar penyayang, keibuan, hafal Al-Qur’an, pinter ceramah..[aduh..banyak sekali !!].Yang demikian tentu susah dapetnya. Nggak tahu harus nyari dimana, di super market jelas ndak ada. Akibatnya, setiap kali ada muslimah yang ditawarkan,selalu saja kandas. Belum kelasnya, katanya! Sebaliknya, yang wanita juga punya kriteria khusus, Saya pingin nikah dengan yang sudah profesor dan cakep banget. Atau Paling tidak pegawai negeri atau yang sudah punya mobil lah… Karena kriteria yang cukup sulit ini, maka banyak para pemuda dan pemudi yang harus telat nikah.

STUDY ORIENTED
Banyak juga yang telat nikah karena study oriented.Belajar dan belajar adalah prioritas utama. Siang, malam, pagi, petang terus belajar. Iapun selalu pingin pindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain, dari satu daerah kedaerah yang lain. SD di Jogja, SMP di Medan, SMU di Jakarta, S1 di Surabaya, S2 di Jepang, S3 di Amerika, terus pulang ke Indonesia tinggal di Paris van Java. Sampai-sampai lupa kalo’butuh pendamping hidup. Tahu-tahu usia udah kepala lima. Kasus telat nikah krn alasan studi ini juga sering terjadi.

PUNYA APA-APA DULU
Saya belum punya apa-apa untuk berumah tangga, begitu alasan yang diutarakan sebagain oranmg untuk melegitimasi pengunduran pernikahan. Punya apa-apa,yang dimaksud sering bermakna belum punya rumah sendiri, mobil sendiri, HP, kulkas, komputer, mesin cuci atau bus…[untuk apa yaa?]. Prinsip belum punya apa-apa ini sering dilontarkan. Padahal orang yang nikah ndak mesti harus punya hal-hal diatas terlebih dahulu. Rumah, ngontrak dulu juga ndak apa-apa. Nggak ada mobil juga ndak masalah, bisa naik angkutan, motor atau sepeda [romantis khan ??]. HP,kulkas dan komputer nggak jadi syarat dalam pernikahan. Apalagi bus….

ORANG TUA PINGIN…..
Pesan khusus dari orang tua kadang jadi penghalang untuk melangsungkan pernikahan. Sebenarnya sich udah pingin juga, tapi orang tua saya…, demikian keluhan mereka. Orang tua terkadang ngelarang si anak yang udah ngebet nikah. Alasannya macam-macam, seperti bantu prang tua dulu lah, jangan terlalu muda,rampungkan studimu, lanjutkan dulu karirmu…..Permintaan orang tua yang seperti ini sering membuat para pemuda dan pemudi mikir-mikir lebih panjang tentang pernikahannya. Sebenarnya nggak ada pertentangan antara nikah dengan berbakti sama ortu. Secara umum, orang tua berkeinginan anaknya hidup bahagia. Oleh karena itu, kalo’ si anak mampu meyakinkan ortu ttg kehidupan rumah tangganya, insyaAllah oke-oke saja kok kalo’ mau nikah cepat.

NIKAH ITU SUSAH
Ini alasan klasik yang diungkapkan orang. Nikah itu susah, nggak usah terburu-buru. Belum lagi kalo’ udah punya anak, tambah susah lagi dong… Akhirnya pengunduran jadwal nikahpun jadi pilihan. Ada juga yang nggak pingin susah [karena nikah] kemudian cari jalan pintas. Maunya enak melulu, tanpa mau tanggung jawab. Macem-macem solusinya, bisa pacaran atau dolan kesini, dolan kesitu, keluar kesana, keluar kesini…..

PERNAH GAGAL
Sebagian ikhwan maupun akhwat merasa trauma dengan peristiwa kegagalan yang menimpa. Pernah dilamar ataupun melamar tapi batal ataupun ditolak. Kadang tak cuma sekali tapi berkali-kali. Akibatnya ia jadi putus asa dan takut mengalami hal yang serupa. Malu banget, demikian katanya. Apalagi bila kegagalannya sempat terdengar oleh teman-teman yang lain.

PERSAINGAN KETAT
Bukan berita baru bila jumlah muslimah hari ini membludak. bahkan perbandingan antara laki-laki dan perempuan bisa lebih dari satu banding dua. Akibatnya banyak muslimah yang tersingkir dan tak dapat jatah pilih kaum pria. Ini bukan menakut-nakuti, tapi sungguhan. Namun percaya dech, Allah itu Maha Adil terhadap hamba-NYA.

Itulah tadi beberapa penghalang seseorang untuk melangsungkan pernikahan. Setahun, dua tahun, tiga tahun, empat, lima….. akhirnya usiapun beranjak tua.