29 November 2011

7 Langkah Agar Asuransi Umum Tetap Sehat

Berkonsentrasi untuk menambah modal. Selain untuk meningkatkan kapasitas perusahaan, hal itu juga menjadi bagian dari komitmen pemilik dalam bisnis asuransi. Jika sulit, cari mitra strategis dan tidak perlu mengambil dividen dari laba yang diperoleh.

Berdoalah pada Tuhan agar tidak terjadi bencana alam, baik banjir maupun gempa, ataupun kecelakaan. Bencana yang datang silih berganti selain menimbulkan banyak klaim juga mendorong orang untuk berasuransi. Orang mulai banyak mengambil asuransi tidak hanya karena takut bencana datang, tapi karena ada sedikit kesadaran baru.

Selain berdoa pada Tuhan, para pemilik perusahaan asuransi (dalam hal ini asuransi umum) juga harus segera menambah modal agar tidak disebut kecil-kecil “belum tentu” cabe rawit. Tidak sedikit langkah yang sudah ditetapkan menajemen untuk memperbaiki kinerja, tapi tidak ada salahnya mengikuti langkah yang disodorkan Biro Riset Infobank berdasarkan kenyataan di lapangan dan komentar para praktisi.


Inilah tujuh langkah agar kinerja keuangan perusahaan asuransi Anda sehat secara finansial (berdasarkan rating asuransi umum versi Infobank 2012).
  1.  Berkonsentrasi untuk menambah modal. Selain untuk meningkatkan kapasitas perusahaan, hal itu juga menjadi bagian dari komitmen pemilik dalam bisnis asuransi. Jika sulit, cari mitra strategis dan tidak perlu mengambil dividen dari laba yang diperoleh.
  2.  Menjaga kekayaan yang diperkenankan selalu lebih besar daripada kewajiban perusahaan asuransi Anda sehingga mampu menjaga tingkat solvabilitas/solvensi. Caranya, jangan memperbesar kewajiban jika tidak mampu meningkatkan kekayaan yang diperkenankan.
  3.  Memperkecil risiko premi sendiri terhadap modal sendiri. Pilihlah dengan benar daerah yang akan dituju dalam ekspansi. Langkah memperkecil risiko premi menjadi hal yang mutlak.
  4.  Menjaga konsistensi perubahan premi bruto dalam batas yang moderat. Kejarlah pertumbuhan premi bruto perusahaan Anda pada kisaran di atas 20%. Pasar konsumsi perlu digarap serius, tidak harus mobil baru, mobil lama juga boleh dicoba.
  5.  Meningkatkan perolehan laba dari underwriting sekaligus mengurangi biaya-biaya tetap. Usahakan beban yang ditimbulkan tidak sampai melebihi pendapatan premi neto.
  6.  Peningkatan laba harus seimbang dibandingkan dengan besarnya modal. Caranya, mencari pendapatan dari sisi fee income yang lebih besar. Usahakan rasionya satu persen di atas bunga deposito satu tahun.
  7.   Menjaga investasi senantiasa berada di atas penjumlahan cadangan teknis plus utang klaim. Hindari kesalahan investasi dengan memilih investasi yang aman dan menguntungkan, misalnya obligasi pemerintah dan saham-saham blue chip. Hati-hati terhadap risiko akibat krisis Yunani yang mencekam.
Itulah tujuh langkah agar kinerja keuangan perusahaan asuransi Anda tetap sehat. Jangan lupa berdoa kepada Tuhan, semoga bencana tidak datang dan krisis Yunani tidak masuk Indonesia. Yang tidak kalah penting, terus memberikan pelayanan yang baik kepada nasabah sekaligus menambah modal

Sumber :
Biro Riset Infobank (Majalah InfoBank)

1 komentar:

Suara Terbaru mengatakan...

terima kasih atas infonya..........

Poskan Komentar

Berikan Komentar terbaik anda, lebih dari satu komen no problem,sekarang zamannya bebas berekspresi.