15 September 2010

NILAI DIRI

Ada 3 kaleng coca cola,
ketiga kaleng tersebut diproduksi di pabrik yang sama.

Ketika tiba hari,
sebuah truk datang ke pabrik mengangkut kaleng-kaleng coca cola
dan menuju ke tempat yang berbeda untuk pendistribusian

Pemberhentian pertama adalah supermaket lokal.
Kaleng coca cola pertama di turunkan disini.
Kaleng itu dipajang di rak bersama dengan kaleng coca cola lainnya
dan diberi harga Rp. 4.000.


Pemberhentian kedua adalah pusat perbelanjaan besar.
Di sana , kaleng kedua diturunkan.
Kaleng tersebut ditempatkan di dalam kulkas supaya dingin
dan dijual dengan harga Rp. 7.500.


Pemberhentian terakhir adalah hotel bintang 5 yang sangat mewah.
Kaleng coca cola ketiga diturunkan di sana .
Kaleng ini tidak ditempatkan di rak atau di dalam kulkas.
Kaleng ini hanya akan dikeluarkan jika ada pesanan dari pelanggan.

Dan ketika keluarkan,
kaleng ini dikeluarkan bersama dengan gelas kristal berisi batu es.
Semua disajikan di atas baki dan pelayan hotel akan membuka kaleng coca cola itu,
menuangkannya ke dalam gelas dan dengan sopan menyajikannya ke pelanggan.
Harganya Rp. 60.000.


Sekarang, pertanyaannya adalah :
Mengapa ketiga kaleng coca cola tersebut memiliki harga yang berbeda
padahal diproduksi dari pabrik yang sama,
diantar dengan truk yang sama dan bahkan mereka memiliki rasa yang sama?


Lingkungan mencerminkan harga.
Lingkungan berbicara tentang RELATIONSHIP.

Apabila berada dilingkungan yang bisa mengeluarkan terbaik dari dalam diri,
maka akan menjadi cemerlang.
Tapi bila berada dilingkungan yang meng-kerdil- kan diri
maka akan menjadi kerdil.


(Orang yang sama, bakat yang sama, kemampuan yang sama) + lingkungan yang berbeda =
NILAI YANG BERBEDA







54 komentar:

wh mengatakan...

"(Orang yang sama, bakat yang sama, kemampuan yang sama) + lingkungan yang berbeda =
NILAI YANG BERBEDA"
pelajaran moral yang sangat berharga

Kurniadi Bulhani mengatakan...

memang kata ustadku kalau kita bergaul sama orang jual minyak wangi"senyonyong ETC..."kita pun sedikit akan kena bau minyak wangi itu....keep blogging and smile alway!!!

Newsoul mengatakan...

Hehehe, siiip. Nilai diri dari lingkungan, ditentukan oleh kemampuan lingkungan untuk menaksir nilai (harga) diri kita.

Blog Sejarah mengatakan...

kalau sudah begini maka: "Janganlah menilai sesuatu hanya dari kemasannya saja" :)

sibaho mengatakan...

semoga saya mendapat nilai lebih dengan masuk ke lingkungan blog ini :D

::x:: mengatakan...

Berarti beda tempat bersosialisasi beda juga levelnya ya... seperti bergaul ma tukang minyak wangi.. kita juga ikut wangi hehehehe..
info yang bagus

ifoell mengatakan...

Iya yah.. benar bro...
Lingkungan menentukan nilai dari suatu subyek... nice sharing

Risti mengatakan...

lingkungan memang bisa menentukan watak dan perilaku seseorang dan yang terpenting kita harus bisa menentukan di lingkungan mana kita harus bersosialisasi.

motivasi yang bermanfaat bro..

Rad mengatakan...

wah menarik sekali perumpamaannya sob, keep share buddy.

mocca_chi mengatakan...

hmm... betul, kasian coca cola nomer satu. hanya karen faktor eksternal dia jadi tak optimal, tapi bukankah setiap orang sudah ada bagiannya masing-masing?

rampadan mengatakan...

Semoga kita berada ditempat yang tepat.

azzalea mengatakan...

wah..itu lah kenapa kita dibedakan dari lingkungan tempat tinggal kita y sob..yg jelas kita terbuat dari bahan yang sama dan oleh pencipta yg sama..hanya akhlaq dan iman yg membedakan..

Dinoe mengatakan...

Manusia terlahir dengan nilai2 tersendiri

eppie-cool mengatakan...

sharing ri (orang yg sama, bakat yg sama,kemampuan yg sama+lingkungan yang sama pula)+kemauan berbuat yang berbeda = pasti hasilnya beda. So Brightness.

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

ketika kita berada dan bergaul di linkungan org kecil, kita harus bisa bersikap penuh kesedehanaan. tapi ketika kita mencoba bersikap apa adanya, tidak bermewah2 di lingkungan kaum jetset, kita pasti dianggap aneh. lingkungan memang bisa mengubah diri kita.

nice post, bro!

RiP666 mengatakan...

wahhh bro keren bgt postingannya...bener bgt tuh hahaha

IjoPunkJUtee mengatakan...

Iya bang Eri....

Aku sebenarnya dari kualitas pantas jadi bos, tapi karena linkungan ku kini cuma jadi orang suruhan.

* wek..IJo ki PD tenan....

IjoPunkJUtee mengatakan...

KOPDAR ku tehadang hujan...so...gak jadi datang...maafkan daku kawan....

Able mengatakan...

kerenn.....makin lama gw ngeblog makin banyak ilmu gw dapet....salah satunya di sini....
Tq banget bro.....

www.katobengke.com mengatakan...

wah benar juga.....
mkin karena tempat and pajak yang ditanggung berbeda2 seperti yang kamu bilang pengaruh lingkungan....

perjalananmatahari mengatakan...

wah mantap juga kali2 kamu yah.....
tahu perkembangan harga..heheheh

reni mengatakan...

Bagus sekali mas..!! Dari sebuah coca cola, kalau dianalogikan dalam kehidupan sehari-hari ternyata tepat juga. Beda tempat, beda perlakuan, beda pula "nilai"nya. Jadi, segala sesuatu memang disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada.

Obet mengatakan...

Bagus eri, izin copy dan paste ya

eppie-cool mengatakan...

Ri Nilai diri sangat bagus bagus bg ep izin copy ke pencerahan ya

Anonim mengatakan...

Saya senang view blog ini artikelnya menarik

erwinyustiawan mengatakan...

wah sedikit ada ilmu marketingnya disini..hehe betul mas..memang lingkungan yang berpengaruh

trimatra mengatakan...

satu rumusan kehidupan yang menarik, meski kadang manusia sebagai makhluk hidup punya intuisi untuk bisa menjadi bernilai meski dilingkungan yang tidak mendukung. banyak contoh orang2 sukses terlahir dan besar dilingkungan masyarakat terbelakang.

rezKY p-RA-tama mengatakan...

weheheh keren mas,,,hoho,,patut dibaca neh

Mohammad Rizky Prasetya Kurniadi mengatakan...

keren uy!!!

Anton mengatakan...

Memang kita harus pandai-pandai menempatkan diri kita...lingkungan dan pergaulan akan menentukan harga diri kita yang sesunguhnya ...

Henny Y.Caprestya mengatakan...

sungguh suatu pembahasan yang menarik dan begitu menggugah hati say

eri-communicator mengatakan...

"Yang penting bukan apa yang Anda Tahu, melainkan apa yang Anda LAKUKAN dengan apa yang Anda Tahu".

dwinacute mengatakan...

hampir mirip dengan cerita tentang meletakkan sebutir berlian bang.

lingkungan emang ngaruh banget ama diri. apalagi kalo blom bisa nentuin jati diri. duh payah tuh

Antaresa mengatakan...

perumpamaan yang bagus mas

Aya mengatakan...

yup, lingkungan & pergaulan akan menentukan nilai diri kita yang sesunguhnya...
jadi harus pandai-pandai menempatkan diri... ^_^

Haady mengatakan...

Wah, keren nih perumpamaanx bro..

si kumb@ng mengatakan...

Orang bujak bilang :
Apa yang baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah...
Apa yang buruk menurut kita belum tentu buruk menurut Allah....

Fanda mengatakan...

Betul, mas Eri. Dengan siapa kita bergaul akan mempengaruhi jadi apa kita di masa depan.

nomor cantik murah mengatakan...

soal kaleng .kalo dijual sama rata 4000 lama kayanya,kalo dijual 60000 dia cuma bisa jual di hotel aja ga bisa masuk pasar lokal

attayaya mengatakan...

di hotel jelas mahal karena ada pajak jotel restoran 10%, jasa service 11%, biaya/modal yg besar (mau BEP dengan cepat)

irfananto mengatakan...

Analogi yang cukup cerda dan menarik, tulisannya ringan dan simpel tapi mengandung makna yang besar.

J O N K mengatakan...

wah keren sekali nih bang, beneran. Saya jadi punya referensi untuk selalu mencari lingkungan yang sehat buat saya :) ... gud post pokoknya ...

Uke Poet mengatakan...

Tapi susah euy cari lingkungan yang tepat dimana kita dihargai lebih. Buntut2nya teteup aja perasaan yang tidak puas muncul. Apalagi kalau liat ada rumput yang lebih hijau dan segar dari lahan sekarang.

Kandar Ag. mengatakan...

Good...good...good... sebuah analogi yang sangat berbicara. 'Nilai' ternyata memang sangat relasional. 1000 perak itu banyak atau sedikit, mahal atau murah, juga sangat relatif. So, mending merisaukan mutu coca-colanya itu daripada harganya, deh.

Salam kenal, dan sukses dalam berkah Tuhan!

Thanks atas kunjungannya di blog Jawa saya.

hanskoesmadi mengatakan...

saya masih pikir-pikir dulu, nggak sepenuhnya setuju dengan analogi dari mas eri.........kayak sidang saja pakai pikir-pikir.

Grace Receiver mengatakan...

Nice posting :-)

Blogger Ceria mengatakan...

wah mau ikutan ngumpul tapi uda ketinggalan jauh...
nice article bro btw.. :)

ochi mengatakan...

wah inspiratif nih..

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...

sebuah Illustrasi yang hebat,...

woho mengatakan...

Cerita yang menarik analoginya simpel tetapi esensinya luar biasa, inspiratif

Nina mengatakan...

Luar Biasa ada pelajaran dan pesan moral yang cukup berharga

bejo mengatakan...

wah aku bingung dgn keadaan ini...
karena ini alami dan kejadian sebenarnya.
ok frend....aku ambil ilmunya thx ya.

Komunitas IT Siak-Sungai Apit mengatakan...

ass...
selalu terakhir....selalu bersemangat.emh mantap tu pesannyo....tapi menurut sayo bang nilai diri kito tu kito sendiri yang menentukan..kalau kito menilai diri kito baek mako yang lainpun akan menilai bawek....tapi jiko kito jo dah nilai tak elok....apo lagi oghang laen...iyo..tak...

iones mengatakan...

Harga coca cola tersebut naik karena nilai tambah yang diberikan...Dengan di dinginkan ada tambahan ongkos freezer, dengan di jual di bintang 5 ada cost eksklusifitas..

Poskan Komentar

Berikan Komentar terbaik anda, lebih dari satu komen no problem,sekarang zamannya bebas berekspresi.