14 Maret 2011

Krisis Timur Tengah Tak Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Krisis politik yang terjadi di Timur Tengah belakangan ini belum memengaruhi pertumbuhan perekonomian Indonesia pada 2011. Demikian diungkapkan Halim Alamsyah, Deputi Gubernur Bank Indonesia dalam acara Sosialisasi BI tentang Ketentuan Transparansi Informasi Suku Bunga Dasar Kredit di Medan, Sumatera Utara, Rabu, 9 Maret 2011. “Insya Allah kalau seluruhnya tidak banyak gangguan walaupun akhir-akhir ini kita cukup memperhatikan di Timur Tengah dan kaitannya dengan harga-harga komoditas perekonomian Indonesia bisa mampu tumbuh sekitar 6,4%,” katanya.

Halim pun meyakini bersamaan dengan naiknya pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan kredit di 2011 akan juga semakin tinggi.Angka dari rencana bisnis bank yang dikumpulkan dari seluruh perbankan nasional menunjukkan bahwa perbankan masih cukup optimis bahwa kredit masih bisa tumbuh sekitar 24-25%.
Sampai dengan posisi Januari 2011, pertumbuhan kredit di Indonesia sudah tumbuh di atas 23%. Seperti diketahui bahwa pertumbuhan kredit pada akhir 2010 angkanya masih 22,8%.

Namun, kalau dilihat pergerakan kredit sampai dengan Januari 2011 lalu di atas 23% menunjukkan perbankan kelihatannya sudah dalam momentum untuk melakukan ekspansi. “Sementara loan to deposite ratio yang selalu kita pantau juga menunjukkan hal yang sama. Dewasa ini sudah mencapai 77,2%. Ini angka akhir Januari 2011. Dibandingkan dengan angka LDR akhir 2010, LDR baru mencapai 76,8%. Artinya, memang kita lihat intermediasi perbankan terus menunjukkan perbaikan,” 

InfoBankNews

1 komentar:

Pitik Unnes mengatakan...

kunjungan pertama Blognya isinya duit semua ni gan (tntng ekonomi maksudnya...)

Poskan Komentar

Berikan Komentar terbaik anda, lebih dari satu komen no problem,sekarang zamannya bebas berekspresi.