19 April 2009

BANKIR SESAaT

Jika secara kasat mata kita membaca judul diatas adalah BANKIR SESAAT. Judul postingan ini bermakna dua yang pertama BANKIR SESAaT dan yang kedua BANKIR SESAT.
Saya mau bercerita sedikit mengenai pekerjaan saya sekarang yang hampir sudah tiga tahun saya jalani sebagai Bankir di Salah Satu BUMD.

Belajar mengenai perbankan itu berbeda dengan belajar-belajar lainnya,belajar perbankan butuh waktu lama, belajar sedikit-sedikit dan bertahap, belajar mengenai akuntansi, belajar kredit, belajar mengenai service excelent, lips service, presentasi, belajar treasury, Belajar Legal, dan berbagai macam pelajaran lainnya yang cukup membosankan bagi saya, belum lagi ada pelatihan serta seminar-seminar...

Menjadi Bankir harus fresh look, kemeja licin dan bermerk luar negeri seperti AIGNER yang berharga jutaan, berdasi, bersepatu bermerk luar negeri, Berdasi, Berdampingan dengan teller yang cantik yang setiap hari selalu senyum dan menarik perhatianku, gaji gede, Setiap sabtu dan minggu main golf dan tenis, Parfum mahal dan bermerk dari Italia dan Swiss serta mempunyai mobil yang bagus dan mewah (yang ini saya tidak punya)...ha...dunia perbankan cukup kejam bagiku, ku yang biasa nongkrong dan mangkal dikedai kopi dan dipersimpangan jalan sembarui bermain kartu atau bermain domino..Ku yang biasanya tidak pernah masukin baju kedalam terpaksa masukin baju kedalam dan jadi rapi, jika dikantor kalau sudah siang ku beraksi dengan baju keluar dan PSP kesayangan sudah hadir digenggaman untuk dijamah.

Belum lagi dengan nasabah, nasabah oh nasabah, menjalin hubungan baik dengan nasabah adalah suatu kewajiban dan keharusan, ngak jarang saya bertemu dengan nasabah ngeyel yang luar biasa nyebelin, mau tak mau harus bisa menahan emosi menghadapi nasabah yang seharusnya layak untuk dikarungi lalu dikasih bensin dan dibakr hidup-hidup (upz..canda aja ), belum lagi menghadapi nasabah yang sombongnya selangit yang keluarga bupatilah, gubernur bahkan ada juga keluarganya menteri (oppsss peace om, maaf ya). Belum lagi dengan target milyaran yang dibebankan. Belum lagi dengan adanya mutasi tugas, waduh yang ini ampun deh saya sudah berulang kali dipindahtugaskan kerja, bahkan jauh-jauh lagi,karena saya disayang makanya dipindahkan atau mungkin tenaga saya yang dibutuhkan yah...

Itulah semua suka dan duka ku selama hampir 3 tahun terakhir sebagai bankir yang akan masih dan terus belajar, awalnya profesi ini kuanggap hanya sebagai batu loncatan bagiku,karena ku berambisi menjadi politikus, sampai saat ini kartu anggota salah satu partai politik terbesar dinegeri selalu hadir didompet saya.

Kini impian untuk menjadi politikus sudah saya kubur dalam-dalam, selamat tinggal hingar bingar politik dan selamat datang dunia perbankan, sekarang ku sudah mulai mencintai pekerjaanku sekarang, sekarang ku sudah mempunyai banyak buku dan liretatur perbankan dan pemasaran. Mulai sekarang ku berambisi untuk menjadi Bankir Nasional,bukan hanya bankir daerah.


Terimakasih buat bang fivian heldi
atas bimbingan dan transfer ilmunya senang bekerjasama dengan abang.

48 komentar:

attayaya mengatakan...

kejar cita-citamu bro
jangan menyerah

attayaya mengatakan...

yachhhh aku jadi pertama nieh

oia.. mengingatkanku ketika jadi bankir sesat sebenar sesat di back office

Wafi mengatakan...

slemat siang....

Dinoe mengatakan...

Semangat ri..semuanya ada prosesnya...

Newsoul mengatakan...

Selalu ada kesempatan bro, jgn menyerah. Keep writing, peluang selalu ada.

Rantaro mengatakan...

pantang menyerah

Kurniadi Bulhani mengatakan...

X trime banget ya jadi bankir,apapun cita-cita, hobi dan karir harus dijalankan secara seimbang...gak usah masuk politik!!! di politiki kok mau

Komunitas IT Siak-Sungai Apit mengatakan...

ass..met siang bang....nampaknyo ahli perbangkan ne...kebetulan...sekarang kami lagi ado matakuliah sistem informasi perbankan....boleh..lah ne....bang bagi..bagi infonyo...khususnyo tentang internet banking.......di tunggu bang infonyo yeh......

wh mengatakan...

Maju terus bang kejar cita-citamu.........

blog anak nelayan mengatakan...

ajarin jadi bankir duonkk..sukses yaaa

irfananto mengatakan...

Semoga menjadi pilihan yang tepat, terus berusaha dan semangat bro.

Michael Surya mengatakan...

Nice posted from ur. congratulations in bankers.

Oni Diana Sy mengatakan...

Hajar Bang, tetap semangat vdan selamat, oh ya ntar lagi ultah ya bang, oni lupa tanggal berapa ya

Delsi Mitra mengatakan...

Cihuy,,;)

IjoPunkJUtee mengatakan...

Namanya juga tuntutan kerjaan bang, terkadang harus lari dari jati diri, demi sesuap nasi tuk perut yang rewel minta diisi...

Tapi ada loh,w BAngkir yang gak seperti abang gambarkan di atas, pakaian jauh dari rapi, kadang malah gak pake baju, cuma sarungan ajah...

itu tuh...
BangKirman penjual gorengan di perempatan jalan durian...kwakkkk..kkk.....

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

semangat deh! semoga sukses jadi bankir nasional. btw, boleh pinjem duit gak? he he he....

suwung mengatakan...

wah cita cita yang bagus
jangan jadi caleg deh

sama-sama jauh mengatakan...

lagi bad mood ya ri,tetap semangat spirit to growth empathy and action. kamu pure bankir.

eppie-cool mengatakan...

perbankan nggak selalu butuh orang2 yang selalu di belakang meja, makanya kamu diterima dibank si mantan penghuni kedai kopi yang kritis ketika jadi aktivis. Asset yang sangat berharga oi...

suryaden mengatakan...

jangan bankir lah, yang agak manusiawi gitu bro, koperasi mungkin lebih indah pula...

Tukang komen mengatakan...

Jadi bankir aja bang.. jangan jadi politikus... ruwet nanti..

J O N K mengatakan...

wah keren bang, heuheuheu kalau saya susah kali jadi bangkir, secara rambut saya acak-acakkan, pakean sekenannya :D, capek deh ...

anazkia mengatakan...

Bankir oh bankir, semoga selalu bisa nyengir menghitung duit orang. Asal, jangan keterusan yah...???

Bisa gak yah aku jadi bankir...??? wekekeke... mimpi gak merem...:)

Untung masih ada blog ya mas, jadi, otak kanan masih bisa di fungsiin tuh kalau gak, bisa jadi lihat tuts2 laptop serupa uang :) (peace ah...) Tapi, biasanya bankir males baca cerita panjang2 yah...??? maunya, yang simpel aja. Peace lagi :)

Pojok Santai mengatakan...

Hang in there, pal...
Never give up...
Sukses, bro...

allroundus mengatakan...

Hi... first time visit..
Love your blog.

wong tani mengatakan...

ga.ga.ga

lucu, menarik, n asyik juga jd bankir sesat

bunda azka mengatakan...

semoga harapannya yg ingin jd Bankir Nasional bs tercapai.

smngtttt!!

rian mengatakan...

thats cool bro, tetap kau yang terbaik, semangat dan kreatif, sayang kebersamaan kita cuma sebentar

kyut miu mengatakan...

Senior yang paling pintar, paling cool, paling sabar kalau ngajarin, tak banyak cerita, bersahaja, low profile high performance. top deh

konco mengatakan...

ketawa aku baca postingan kau ri, ngawur juga nih yah tapi begitu realit ayang ku lihat dari kau....

nietha mengatakan...

Jadi Bankir sekaligus politisi juga oke bang...

Mampir Ngombe mengatakan...

Saya dulu juga kpengin jadi bankir bank syariah....hemmmm...tp g jadi deh....
Tp masih pengin juga sih...ada lowongna ga bang..hehehhe.....???

Seno Rasca mengatakan...

ga selamanya dunia perbankan buruk lho, malah sodara2ku banyak yg suxez di dunia perbankan. Tetep seMangaT..

Obrolan lepas mengatakan...

wah bagus itu,, pertahankan,, diperbankan pun sobat bisa jadi pahlawan,,

attayaya mengatakan...

pagiiii bro

Arif mengatakan...

semangat bos

@ Coy mengatakan...

bagus juga ceritanya selin judulnya yang unik hehe..

antonclaten mengatakan...

BANKIR? baru tahu. heeee

h35ti mengatakan...

Semangat Ri...namanya juga kerja ya begitu, kalo mau enjoy ya wirausaha..ya gak?? tapi karirmu itu lebih baik dari kebanyakan orang di negri tercinta ini..banyak orang yg jobless yg rela melakukan pekerjaan apa saya demi sesuap nasi...

::x:: mengatakan...

ewwww....
alih profesi.. hahahaha.....
gag papa yang penting sukses selalu....

Fanda mengatakan...

Bagus! Semangat terus, mas Eri. Aku ikut mendukung lewat blog aja yah?

Kontemplasi mengatakan...

Ceritanya kocak nih, pengalaman pribadi nih.begitu suka duka kerja di bank, jadi pengen kerja di bank nih

puji mengatakan...

Bankir anti mati gaya

Muri Boske mengatakan...

Sahabatku hebat kisahnya nih,jadilah bankir yang profesional jujur dan berdedikasi terhadap profesi

Sapriyandi mengatakan...

alo pak eri..!!!lagi sibuk?
ane mo ngobrol ke ente masalah pkrjaan/..
pak eri...!!! ngerti software ERp or sap g?
eri infrmasi pelatihan intrnal auditor tuh carinya gmn yah to daerah batam mslnya?

km paham tentang perpajakan ya..!!? gmn klo kta saling info..!!!

satu lagi ane mau cabut npwp badan..!! 4 buah PT.tapi harus buat neraca likudsi..!!nah tuh dia masalahnya...ane g punya data.. soalnya data itu di handle orang accnting thn 2002 sekarg datanya g ada..!!! gmn yah caranya buat nraca lkidasi bisda otak atik g?

thank's b4

BUNG MARALEWA mengatakan...

teman-teman kuliah ku pada hebat semua, bung eri sudah menjadi bankir teruskan impianmu walau meleset dari rencana semula untuk menjadi politikus, setidaknya kamu masih bisa berpolitik praktis dibank.

Waty Elfandari mengatakan...

Semangat.... Allah selalu punya rahasia... Hanya "DIA" yang Maha tau apa yang terbaik buat kita

Linda mengatakan...

Mimpi yg satu berakhir, mimpi yg lain sudah menunggu

Poskan Komentar

Berikan Komentar terbaik anda, lebih dari satu komen no problem,sekarang zamannya bebas berekspresi.