28 Agustus 2011

BI: Jelang Lebaran, Kebutuhan Likuiditas Masyarakat Capai Rp77 Triliun

Kendati telah mengalokasikan dana sebesar Rp61,4 triliun untuk kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadhan, namun kenyataannya kebutuhan masyarakat jauh lebih besar mencapai Rp77 triliun sampai 26 Agustus 2011.

Bank Indonesia (BI) mencatat, penarikan dana tunai mencapai Rp77 triliun sampai Jumat, 26 Agustus 2011, melampaui proyeksi bank sentral yang sebelumnya memperkirakan kebutuhan dana tunai sampai Hari Raya Idul Firi 1432 H sebesar Rp61,4 triliun.

“Masyarakat semakin besar penghasilannya, pembayaran gaji ke-13 pemerintah bulan ini mencapai Rp8 triliun hingga Rp9 triliun, kenaikan gaji pensiunan Rp4 triliun. Tentu saja libur panjang mempengaruhi,” tukas Deputi Direktur Peredaran Uang BI Adnan Juanda, kepada wartawan di Jakarta, Jumat, 26 Agustus 2011.

Menurutnya, penarikan dana tersebut juga dilakukan oleh perbankan yang memerlukan likuditas dalam menghadapi libur panjang. Dana tersebut akan digunakan untuk mengisi anjungan tunai mandiri yang diandalkan dalam melayani nasabah ketika kantor cabang tutup.

Kendati demikian, bank sentral menyatakan naiknya penarikan dana tersebut tidak mempengaruhi kas dana di bank kantor pusat BI dan perwakilan.

Selama lebaran kantor perwakilan di daerah bisa mendistribuskan kas cadangan ke masyarakat tanpa harus izin dari kantor pusat. Di luar lebaran, penggunaan dana cadangan tersebut harus seizin dari kantor pusat.

“Kas BI tetap tersedia, tidak terganggu. Di luar itu proyeksi itu ada kas cadangan yang ada di tiap-riap kantor BI,” ucap Adnan.

Menurut data BI, penarikan dana oleh masyarakat meningkat secara signifikan dalam 2 hari terakhir, yakni Kamis dan Jumat. Dalam 2 hari tersebut terjadi penarikan sekitar Rp22,87 triliun dibanding dengan penarikan selama kumulatif selama bulan Ramadhan yang hingga Rabu, 24 Agustus tercatat sebesar Rp54,31 triliun.

Direktur Peredaran Uang BI Muhammad Dahlan mengatakan, persedian dana di bank sentral masih sangat aman mencapai Rp120 triliun. Menurutnya, penarikan dana besar-besaran oleh masyarakat tersebut hanya terjadi ketika musim Lebaran.


“Setelah lebaran uang akan masuk lagi jadi arus balik lagi ke BI. Selain itu uang dibelanjakan oleh masyarakat juga akan kembali ke bank dan nantinya juga akan masuk ke BI,” tandasnya.

Untuk kebutuhan likuiditas selama bulan Ramadhan, sebelumnya BI menyiapkan dana sebesar Rp61,4 triliun, dengan rincian sebanyak Rp47,1 triliun merupakan uang pecahan besar (UPB) dan sebesar Rp7,2 triliun merupakan uang pecahan kecil (UPK). UPK sendiri adalah uang dengan nominal Rp10.000 ke bawah, sementara UPB uang nominal Rp20.000 ke atas

0 komentar:

Poskan Komentar

Berikan Komentar terbaik anda, lebih dari satu komen no problem,sekarang zamannya bebas berekspresi.