31 Januari 2009

APALAH ARTINYA SEBUAH NAMA

William Shakespeare pernah mencetuskan sebuah kalimat yang sampai saat ini cukup familiar bagi kita semua bahkan kalimat dari William Shakespeare tersebut cukup terkenal melebihi ketenaran William Shakespeare. "Apalah arti sebuah nama?", begitu bunyi kalimatnya. Cukup familiar di telinga kita bukan?

Di dunia ini, nama orang di setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing.

Inzaghi, Botti, Totti, Bocelli, Pavarotti kita tahu merupakan nama-nama khas Italia.

Ivanovic, Mihajlovic, Milutinovic, Savicevic, Milosevic, Kovacevic merupakan nama-nama khas negeri Balkan.

Kasparov, Titov, Molotov, Karpov berasal dari Rusia.


Asia juga mempunyai nama yang berciri khas
Cina punya nama-nama yg unik. Kalo kita dengar nama-nama tersebut pasti langsung tau kalo itu dari negeri Tiongkok. Sebut saja Lin Dan, Soe Hok Gie, Pai Siu Chen, Siaw Long Lie..

Indonesia Juga ga mo kalah.
Bahkan tiap daerah di Indonesia hampir punya nama-nama khas.
Sebut saja Jaja Miharja, Mamat, Maman, Cecep. Tutup mata sambil ngebayangin aja kita langsung tau kalo itu nama asli Negeri Pasundan.
Suharto, Suroso, Paijo, Santoso pasti dari daerah Jawa. Kalau dibatak ada pakai marga sehingga tidak sulit bagi kita untuk mengatakan ia dari Batak, ngomong-ngomong marga bukan hanya di Batak saja di Jawa juga ada Marga, Marga Jo, Min dan Nem yang paling banyak di Jawa Jo : Paijo, Tumjo, Tukijo, Saijo, Parjo, Bejo, Tejo, Nem : Inem, Tukiyem, Suminem, Tukinem, Nginem, Kiyem, Min : Kalimin, Tukimin, Ngadimin, Sulimin, Sarimin, Paimin, Tarmin,

Kalau di Batak ada : Simanungkalit, Sihata,Sinambela, Marpaung, Panjaitan, dll
Kalo daerah Sulawesi Selatan biasanya di akhir nama ada 'din', contohnya Syamsudin, Baharudin, Syaipudin.
Nah kalo di Banjar kalo ga salah di akhir nama ada 'syah', seperti Irwansyah, Iskandarsyah, dll.

Tuh kan..Berarti nama punya arti sebuah ciri khas daerah asal sang pemilik nama.
Terlepas dari mereka punya nama panggilan lain namun tetep saja mereka menyandang gelar dari tanah kelahiran leluhur mereka.

Nama juga berarti sebuah doa. Doa dari orangtua yang menginginkan anaknya menjadi orang yg sesuai dengan arti namanya. Walaupun gak semua harapan itu pasti terwujud.

Raja Ptolomeus II yg memerintah Mesir tahun 285-246 SM memiliki nama asli "Philadephus" yg berarti 'penyayang saudara'. Namun Semasa hidupnya ia membunuh dua orang saudara laki-lakinya.

Penerusnya sama saja. Raja Ptolomeus IV yg memerintah 221-203 SM memiliki nama asli "Philopator" yg berarti 'penyayang ayah'. Namun di masa hidupnya pun Ptolomeus IV melanggar arti namanya dengan membunuh ayahnya.
.

2 komentar:

Rumah Islami mengatakan...

wah jadi ga bisa sembarangan ngasih nama ya! infonya menarik sekali :)

Anonim mengatakan...

Jadi nama " baharudin " punya arti nggak ?

Poskan Komentar

Berikan Komentar terbaik anda, lebih dari satu komen no problem,sekarang zamannya bebas berekspresi.