01 Januari 2009

HARUSKAH NEGERI PINGGIRAN ITU DIPISAHKAN?


Isu wacana pemekaran kota Pekanbaru kembali mencuat, setelah seorang Budayawan Riau Yusmar Yusuf dalam tulisannya diharian Pagi Riau Pos pada Minggu, 19 Oktober 2008. yang kemudian di ikuti dengan latah oleh seorang seniman Riau Edy Ahmad RM yang juga salah satu anggota DPRD Prov. Riau.
apa yang mereka katakan ada benarnya pemerataan pembangunan di Kota Pekanbaru yang belum merata, menjadikan Rumbai sebagai daerah pinggiran semakin terkucilkan dan semakin terpinggirkan. tak banyak geliat pembangunan yang dapat kita rasakan. pembangunan banyak terpusatkan didaerah itu-itu saja. tak banyak pergerakan pembangunan terjadi di tempat lain.
dari sekian lama hal ini terjadi, tak pernah terdengar oleh kita semua tuntutan dari masyarakat Rumbai. dari tahun ke tahun terus berjalan seperti ini saja, tanpa sebuah gejolak apa-apa. yang ada hanya wacana-wacana politis saja.
namun karena wacana ini sudah terlanjur dilemparkan ke umum, maka wacana ini perlu kita perhitungkan, minimal untuk menghargai anda-anda yang telah melemparkan wacana ini...

yang harus kita pertimbangkan adalah :

* apakah memang harus Rumbai di pisahkan dari Pekanbaru?
* apa yang menjadi alasan dasar untuk di pisahkannya Rumbai dari Pekanbaru?
* apakah dengan dipisahkannya Rumbai dengan Pekanbaru, masalah-masalah di Rumbai terutama maslah ekonomi dan sosial masyarakatnya dapat terselesaikan?

cukup 3 pertanyaan dasar ini saja yang perlu kita pertimbangkan. apabila setelah ke-3 pertanyaan dasar ini terjawab dan ternyata pertimbangannya adalah dengan pemekaran Rumbai dari Pekanbaru justru membawa kebaikan bagi kedua belah wilayah baik itu Pekanbaru maupun Rumbai. maka saya berjanji saya akan bergabung dengan barisan perjuangan untuk rumbai dan dan saya akan berada dibarisan pertama, dan apabila terwujud saya janji, saya tidak akan minta apa-apa dari hasil perjuangan ini. Siap?

kita mulai dari pertanyaan pertama.
apakah memang harus Rumbai di pisahkan dari Pekanbaru?
untuk membangun sebuah kota baru tentunya bayak aspek-aspek yang harus kita perhitungkan. apakah itu aspek ekonomi, sosial, budaya dan lain sebagainya. karena tujuan kita membangun sebuah kota baru untuk jangka panjang, untuk sebuah peradabang yang panjang bukan hanya untuk satu dekade pemerintahan saja(habis pemerintahan Herman Abdullah atau habis masa pemilihan Legislatif saja). dan tentunya ini membutuhkan penelitian yang cukup mendalam dan membutuhkan waktu yang sangat panjang dan biaya yang sangat besar. karena kita membangun sebuah peradaban baru dengan pemerintahan baru. anggap saja, kalau bisa berandai-andai, kita singkirkan dululah masalah waktu, kita hitung saja bearapa biaya yang harus kita keluarkan untuk membangun semua ini. apakah Rumbai sebagai kota baru siap? tanpa harus meminta bantuan kepada Pekanbaru. walaupun secara undang-undangan otonomi daerah Kota Pekanbaru wajib membantu/memfasilitasi sampai Rumbai benar-benar siap.
kalaupun seandainya Rumbai mampu membiayai semua ini. kenapa kita tidak kita jadikan saja rumbai sebagai kota otonom tetapi tetap dibawah Kota Pekanbaru, sehingga Kota pekanbaru akan terlihat lebih lagak dan sombong dimata nasional sebagai kawasan yang lebih punya marwah. bukan memecah belahkan daerah ini sehingga kita lebih terlihat kecil dan tidak di perhitungkan daerah lain.


pertanyaan kedua.
apa yang menjadi alasan dasar untuk di pisahkannya Rumbai dari Pekanbaru?
mungkin alasan yang tepat adalah belum adanya pemerataan pembangunan selama ini antara Rumbai dengan dengan wilayah lainnya di Kota Pekanbaru. dengan harapan di pisahkannya Rumbai dengan Pekanbaru akan membawa sebuah harapan adanya pemerataan pembangunan. yakinkah kita ini bisa tercapai? terus terang saya ragu, karena untuk menanggulangi kawasan Rumbai pesisir yang rawan banjir saja. membutuhkan dana yang sangat besar, dan waktu yang cukup lama. jangan terlalu menganggap mudah dan jangan terlalu menganggap sulit semua ini. tetapi semua ini butuh perhitungan yang sangat matang. jangan sampai pemekaran justru membawa kehancuran bagi wilayah pemekaran itu sendiri. karena tujuan kita memekarkan adalah untuk membangun bukan untuk menghancurkan. maaf kata saya terkejut begitu pemerintah kota Pekanbaru berencana membangun sebuah kawan perkampungan melayu yang modren hanya dengan dana 10 M untuk sebuah kawasan 10,8 Ha. maaf kata sekali lagi kalau kita ingin sungguh-sungguh bukan hanya sekedar proyek dana sebesar itu hanya untuk pemetaan nya saja tidak cukup jangan kan berandai-andai untuk membangun miniatur kota Pekanbaru tempo dulu. jangan terlalu menganggap membangun sebuah kawasan baru itu gampang. banyak yang harus diperhitungkan jangan sampai kasus pendirian terminal AKAP akan terulang lagi. tahu manfaatnya tapi tujuan yang diinginkan tidak tercapai. karena banyak aspek-aspek diluar sana yang belum diperhitungankan atau diabaikan.


kita masuk ke pertanyaan ke-3
apakah dengan dipisahkannya Rumbai dengan Pekanbaru, masalah-masalah di Rumbai terutama maslah ekonomi dan sosial masyarakatnya dan permasalahan-permasalahan lainnya dapat terselesaikan?
jadi jangan mekarkan dulu sebelum ada pemetaan bagai mana aspek budaya,bagaimana aspek sosial masyarakatnya, bagaimana aspek politik, ekonomi dan sebagainya. karena jangan sampai ketika keputusan tentang pemekaran sudah keluar ternyata kita baru sadar ternyata masyarakat Rumbai belum siap. yang timbul bukan kesejahteraan, tetapi justru sebuah konflik bari dimasyarakat.


jadi dari ketiga pertimbangan ini dapat saya simpulkan, jangan terlalu buru-buru untuk memekarkan sebuah wilayah. perhitungkan aspek-aspek masyarakat tempatan diwilayah tersebut,baik buruknya semua harus diperhitungkan. jangan mentang-mentang guru kita bilang A kita ikut juga bilang A. guru kita pintar, dia dapat mempertanggung jawabkan apa yang dia katakan. sementara kita?sanggup tidak mempertanggung jawabkan A tersebut. jangan sampai ketika diminta pertanggunggung jawaban kita malah bilang "Guru saya yang bilang, saya hanya ikut saja" itu anak-anak. kita dah cukup dewasa untuk diminta pertanggung jawaban.

yang kedua: anda-anda yang bicara tentang wacana pemekaran Rumbai. jangan sampai kata-kata anda justru menimbulkan provokasi bagi masyarakat Rumbai. jangan usik ketenangan mereka, jangan kotori pikiran mereka dan jangan terlalu di politisir masalah ini. jangan korbankan kepentingan masyarakat hanya untuk kepentngan POLITIK anda semata.
mari kita bangun negeri ini bersama, membangun sebuah kota merupakan sebuah perkerjaan yang menguras banyak hal, baik itu pikiran, tenaga,dana dan waktu. mari kita satukan pikiran, tenaga,dana dan waktu kita semua untuk menjadikan negeri ini lebih elok, lebih molek. jadikan rumbai sebagai geliganya kota pekanbaru. geliga yang tak dimiliki oleh negeri lain diatas bumi ini.

0 komentar:

Poskan Komentar

Berikan Komentar terbaik anda, lebih dari satu komen no problem,sekarang zamannya bebas berekspresi.