24 Januari 2009

Bersahabat dengan Kritik

Adakah di antara kita yang pernah mendapat kritikan dari orang di sekitar kita? Saya rasa kita semua pernah. Baik kritikan halus maupun kritikan pedas, langsung maupun dalam bentuk sindiran. Tanggapan kita terhadap kritik yang kita terimapun beraneka, banyak hal yang ikut mempengaruhi pengambilan sikap kita, antara lain cara pandang kita, emosional kita, kondisi fisik (segar ataukah letih), dll.

Disadari sungguh bahwa, manusia tidak ada yang sempurna, kekhilafan dan kelalaian pasti ada. Bisa jadi kita adalah orang yang sering dikritik atau malahan kita adalah orang yang sering mengkritik. Bagi kita yang mendapat kritikan, coba kita baca yang berikut ini:

* Memahami makna kritik. Sebaiknya, kita menganggap kritik sebagai masukkan untuk memperbaiki diri, bukan sebagai ancaman harga diri. Dengan pemahaman seperti itu, akan tercipta sikap positif sewaktu menghadapi kritik.

* Mencari kritik. Apabila dianggap sebagai hal bermanfaat, carilah dan mintalah kritik dari orang disekitar kita. Dengan begitu, dapatlah diperoleh gambaran tentang pribadi kita.

* Menerima kritik. Terimalah kritik dengan lapang dada. Jangan menyikapinya dengan emosional. Sebaliknya, hadapilah dengan perasaan tenang dan pikiran jernih.

* Evaluasi diri. Setelah kritik diterima, langkah selanjutnya adalah memilah dan memilihnya. Mana yang isinya benar menurut pandangan objektif, dan mana yang salah. Berdasarkan penilaian itu, kita dapat mengevaluasi dan menilai diri sendiri secara objektif pula.

* Perbaikan diri. Apabila pribadi kita kurang baik, sudah sepatutnya kalau kita memperbaiki diri. Dalam hal ini, kritik dapat dijadikan sebagai titik tolak dalam pengembangan pribadi. Dengan kritik dapat diketahui sisi yang menjadi kelemahan kita dan harus segera diperbaiki, sehingga terbentuk pribadi yang baik.




Tak ada gading yang tak retak
Tak ada manusia yang sempurna



0 komentar:

Poskan Komentar

Berikan Komentar terbaik anda, lebih dari satu komen no problem,sekarang zamannya bebas berekspresi.