19 September 2010

Kredit Mikro Bantu Warga Miskin

Indonesia memiliki sejarah layanan kredit mikro yang panjang, lebih dari dari 113 tahun. Hulp-en Spaarbank der Inlandsche Bestuurs Ambtenaren adalah cikal institusi kredit mikro di Indonesia. Didirikan Raden Arya Wiriatmadja, patih di Purwokerto pada 16 Desember 1895, Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi ini menyediakan pinjaman kepada kaum pribumi agar tak lagi terjerat lintah darat.

Pada era 1950-an, masyarakat Indonesia sudah mengenal kredit mikro. Saat itu, di berbagai desa di Jawa Tengah didirikan koperasi simpan pinjam yang dikelola oleh perangkat desa. Di Pekalongan, misalnya, ada Koperasi Desa Kauman dan Koperasi Rakyat Noyontaan. Saat ini, koperasi simpan pinjam yang besar juga banyak tersebar di Indonesia, seperti Kospin Jasa di Pekalongan dan Koperasi Setia Bhakti Wanita di Subaraya dengan konsep tanggungrenteng-nya.

Di Indonesia, saat ini terdapat sedikitnya 50.000 institusi yang memberikan layanan kredit mikro, mulai dari yang berbentuk koperasi, yayasan, baitul mal wattanwil, atau sekadar kelompok arisan.


Gerakan dunia


Di dunia, layanan kredit mikro telah menjadi gerakan untuk mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran. Kampanye KTT Kredit Mikro, proyek Dana Pendidikan Results yang berbasis di Washington, DC, mulai 1997 telah menjadi jaringan global terbesar dunia pemangku kepentingan kredit mikro, termasuk 3.600 lembaga pembiayaan mikro di 134 negara. Delapan Ratus (800) pemimpin kredit mikro internasional, donor, penanam modal, dan penganjur kredit mikro berkumpul dalam KTT Kredit Mikro Asia-Pasifik di Bali.

Sejumlah tokoh penting hadir dalam kesempatan itu, di antara Presiden Honduras Manuel Zalaya Rosales, Mantan Presiden Peru Alejandro Toledo, Ibu Negara Afrika Selatan Zanele Mbeki, Peraih Hadiah Nobel sekaligus Pendiri dan Direktur Utama Grameen Bank Dr. Muhammad Yunus, dan Sam Daley-Harris, Direktur Kampanye KTT Kredit Mikro. Konferensi ini merupakan forum anggota untuk menyesuaikan program ke depan berupa target 2015, sekaligus mendiskusikan hambatan, dan solusi untuk mencapai tujuan tersebut.

Pada pertemuan terbesar di dunia ini peserta akan membagi pengalaman, mendiskusikan isu terbaru, dan belajar bagaimana cara terbaru dipraktikkan. Presiden Jose merupakan pimpinan sidang itu. Dia berpendapat dukungan terhadap keuangan mikro adalah hal mendasar untuk memperkuat demokrasi dan tata pemerintahan, serta penting untuk memperluas pembangunan, meningkatkan produktivitas dan daya saing guna mengurangi kemiskinan. Kampanye KTT Kredit Mikro bertujuan memberikan kepemimpinan, pedoman, dan dukungan untuk menjamin dalam pencapaian tujuan pembangunan millennium. Sampai 2015, gerakan ini akan memastikan bahwa sebanyak 175 juta keluarga termiskin di dunia, khususnya para wanitanya, menerima kredit swausaha serta jasa keuangan dan bisnis lain. Di samping itu, sebanyak 100 juta keluarga di atas ambang pendapatan US$1 per hari, yang disesuaikan untuk membeli persamaan kekuasaan. Hingga Desember 2006, kelompok Kampanye KTT Kredit Mikro memberikan pinjaman dan jasa keuangan lain guna membantu lebih dari 133 juta keluarga miskin mengentaskan kemiskinannya. Ini mencakup 92 juta keluarga yang bergantung pada kurang dari US$1 per hari pada saat mereka menggunakan pinjaman pertama mereka.

Risiko kredit


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang membuka KTT Kredit Mikro tersebut mengharapkan program kredit mikro bisa terus dikembangkan untuk mengurangi warga miskin yang diperkirakan akan meningkat akibat dampak tingginya harga minyak dan pangan. Kredit mikro terbukti mampu membantu masyarakat miskin yang ingin melakukan usaha.

"Dalam perbankan, ketidakahlian dan kekurangan modal adalah sesuatu yang high risk, terutama di sektor pertanian. Tetapi keuangan mikro tidak melihat risiko itu, yang dilihat adalah kesempatan untuk masyarakat dan untuk mereka sendiri," katanya, seperti dikutip www.setneg.go.id.

Nasabah kredit mikro, kata Presiden, sudah dikenal sebagai pengusaha yang baik, seperti data Bank Indonesia yang menyebutkan bahwa kredit bermasalah hanya 1%.

Ekonomi yang fokus pada usaha kecil juga merupakan investasi jangka panjang yang mengarah pada pertumbuhan dari bawah dan juga penting untuk mengurangi pengangguran. Menurut Presiden, meski di Indonesia sudah ada 50.000 lembaga keuangan mikro, masih ada 40 juta warga Indonesia yang belum mendapatkan akses pelayanan kredit, yang tersebar di banyak provinsi, karena tidak memiliki jaminan. Mereka kebanyakan tinggal di daerah terpencil dengan keterbatasan geografis dan infrastruktur serta kurangnya informasi tentang kredit mikro. Kepala Negara mengatakan pemerintah serius menangani hal ini, dengan berusaha membangun daerah terpencil dan membuka akses kredit bagi daerah tersebut. Tapi di sisi lain, masih banyak lembaga keuangan mikro yang masih menghadapi ketidakpastian hukum. Ini karena rancangan undang-undang yang sudah bertahun-tahun digagas tak kunjung disahkan

5 komentar:

Pasang Iklan Gratis Sebagai Awal Mulai Bisnis Online mengatakan...

Yupz,semoga dengan bantuan ini warga miskin tidak tersiksa lagi dengan kebelengguan.

alfi mengatakan...

mampir..

attayaya speedtest mengatakan...

aku pengen dapat kredit juga

iones mengatakan...

Kredit yang mudah memang membantu...tapi usaha skala kecil menengah terkadang juga kesulitan dalam mencari pangsa pasar..Akan lebih baik juga jika ada penyuluhan dan pengarahan mengenai strategi pemasaran juga

obat herbal stroke mengatakan...

ya semoga aj proses kredit mikro bagi rakyat kurang mampu prosesnya tidak di persulit.

Poskan Komentar

Berikan Komentar terbaik anda, lebih dari satu komen no problem,sekarang zamannya bebas berekspresi.